19 Februari, 2015

SINGGAH SEJENAK..

Terakhir saya mengakses dan menorehkan tulisan di lapak ini 31 Januari 2013. Artinya, dua tahun 20 hari berselang baru saya kembali memasukinya.
Saya tidak tahu apa yang harus saya tuliskan saat ini. Saya hanya merasakan blog ini adalah satu dari sekian rumah "rahasia" saya yang tidak banyak yang mengetahuinya. Dari sedikit yang mengetahui itu pun saya yakin tak pernah lagi tahu bahwa untuk waktu tertentu, mungkin tahunan, saya masih kadang singgah di sini. Sekadar mampir membaca, menulis sesuatu atau merenung bahwa waktu demikian panjang namun terasa singkat. Tapi tiba-tiba saya telah di sini bersama beberapa perubahan. Saya pandangi beberapa tulisan, termasuk tulisan pertama saya 2007 atau delapan tahun silam. Saya tahu ada beberapa yang berubah. Cara pandang saya terhadap orang lain, pikiran-pikiran saya bahkan termasuk perubahan-perubahan fisik saya. Rambut telah mulai banyak yang putih, demikian pula janggut dan kumis. Hehe.. Saya tahu berbagai ayat langit seperti yang sering terdengar disampaikan para penceramah sudah datang satu-satu. Selain Janggut dan rambut yang telah mulai tumbuh uban, mata yang mulai plus, juga terasa sekali bahwa saya mulai semakin praktis dalam memandang hidup ini.

Saya berencana menuliskan beberapa pikiran-pikiran saya yang muncul berseliwerang dan berserakan memenuhi ruang imajinasi saya bersamaan saya mengetikkan beberapa huruf di sini. Tapi waktu terasa teramat pendek. Insha Allah satu dua waktu ke depan akan saya kembali menorehkan sesuatu. Boleh jadi pikiran-pikiran baru, temuan-temua baru atau bisa juga koreksi terhadap beberapa pikiran-pikiran terdahulu.

Nun walqolami wamaa yasthuruun...

31 Januari, 2013

KEAJAIBAN



Kadang ada hal aneh setiap mencoba mengakses blog ini. Tidak satu dua kali saya melupakan pasword untuk mengaksesnya. Setelah saya diamkan beberapa hari atau bulan, secara tak sengaja kemudian saya bisa mengaksesnya kembali dengan pasword yang tiba-tiba saja cocok.

Saya menulis ini persis saat saya bisa mengaksesnya kembali setelah hampir sebulan tak menyentuhnya. Kehilangan pasword juga sering terjadi di beberapa akun saya yang lain. Facebook atau Twitter misalnya, saya sampai memiliki dua akun dengan nama yang sama karena berawal dari akun yang saya lupa paswordnya. Tapi beberapa waktu kemudian secara iseng saya mencobanya kembali dengan pasword yang dulu pernah saya otak atik, dan ternyata berhasil. Padahal pasword ini adalah satu di antara tumpukan kombinasi huruf atau angka yang sudah pernah saya bolak balik sedemikian rupa sebelumnya. Ini saya sebut keajaiban. Sebuah kata yang hampir identik dengan peluang yang spekulatif dan hampir zero.